Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

FAQ Influenza: Informasi, Penanganan, dan Pencegahan

1,613

Pengenalan Situasi dan Penyakit

1. Apakah kasus influenza di Indonesia sedang meningkat?

Ya. Kasus influenza mengalami peningkatan pada akhir September 2026 (pekan ke-38). Dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 positif influenza (positivity rate 56%). Angka ini merupakan proporsi spesimen positif dari jumlah yang diperiksa, bukan berarti 56% penduduk terkena influenza. Peningkatan ini bukan lonjakan besar dan masih mengikuti pola musiman yang umum terjadi di Indonesia.

2. Mengapa kasus influenza di Indonesia sekarang meningkat?

Peningkatan ini dipengaruhi oleh:

  • Pergantian musim.
  • Meningkatnya mobilitas dan pertemuan banyak orang.
  • Subtipe virus yang sedang dominan.

Karena Indonesia adalah negara tropis, influenza beredar sepanjang tahun dengan periode peningkatan tertentu. Kenaikan kasus tidak otomatis berarti terjadi wabah atau darurat; yang terpenting adalah memantau tren dan tingkat keparahannya melalui Puskesmas dan Rumah Sakit.

3. Apakah kondisi influenza saat ini mengkhawatirkan?

Tidak. Peningkatan kasus ini bukan lonjakan luar biasa. Aktivitas influenza di layanan primer (surveilans ILI) berada pada tingkat sedang, sementara di rumah sakit (surveilans SARI) masih rendah. Masyarakat diminta tetap waspada, namun kondisi ini masih sesuai dengan pola musiman tahunan.

4. Apa sebenarnya influenza?

Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza (umumnya tipe A dan B di Indonesia). Virus menyebar melalui percikan pernapasan (batuk, bersin, berbicara). Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dengan tingkat keparahan dari ringan hingga berat.

5. Apa saja gejala influenza?

Sebagian besar orang sembuh sendiri dalam waktu satu minggu tanpa perawatan khusus. Gejala ringan yang umum meliputi:

  • Demam.
  • Batuk dan pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri otot dan sakit kepala.
  • Kelelahan berat.

Pada kelompok rentan, influenza dapat memburuk dan memerlukan rawat inap.

6. Apa bedanya influenza dengan “flu biasa” (selesma)?

Tidak semua batuk-pilek adalah influenza. Berikut perbedaannya:

Indikator Influenza Flu Biasa / Selesma
Penyebab Virus Influenza (A dan B) Umumnya Rhinovirus
Sifat kemunculan Cenderung lebih mendadak Bertahap
Gejala dominan Demam, nyeri badan, lemas yang cukup berat Gejala ringan (hidung tersumbat, bersin)
Diagnosis Perlu dibuktikan dengan uji laboratorium Diagnosis klinis gejala ringan

 

7. Apa itu ILI dan SARI dalam data influenza?

Keduanya adalah istilah surveilans pemantauan, bukan jenis virus:

  • ILI (Influenza-Like Illness): Penyakit dengan gejala menyerupai influenza, dipantau di fasilitas pelayanan primer (Puskesmas).
  • SARI (Severe Acute Respiratory Infection): Infeksi saluran pernapasan akut yang berat, dipantau di Rumah Sakit.

8. Virus influenza apa yang paling banyak ditemukan saat ini?

Pada minggu ke-38 tahun 2026, Influenza A(H1N1)pdm09 menjadi subtipe dominan di Indonesia. Jenis ini juga merupakan virus yang dominan beredar secara global.

9. Apa yang dimaksud dengan “superflu”?

“Superflu” bukan istilah resmi dari WHO maupun CDC. Istilah ini sering dikaitkan dengan virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K karena kemampuannya bermutasi. Di Indonesia, temuan subclade K hingga minggu ke-38 tahun 2026 hanya tercatat 22 kasus—jauh lebih rendah dibandingkan 166 temuan pada tahun 2025.

10. Apakah influenza berbahaya?

Sebagian besar kasus bersifat self-limiting (tubuh melawan infeksi dan sembuh sendiri tanpa rawat inap). Namun, penyakit ini bisa berbahaya dan memicu komplikasi (seperti pneumonia) bagi kelompok rentan: anak kecil, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Cara Penanganan

11. Kalau terkena influenza, apa yang harus dilakukan?

Untuk kasus ringan, lakukan perawatan di rumah dengan prinsip:

  • Istirahat yang cukup.
  • Banyak minum air putih.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang (perbanyak sayur dan buah).
  • Pantau kondisi tubuh secara berkala.

12. Obat apa yang dapat digunakan bila sakit influenza?

Untuk gejala ringan, gunakan obat pereda gejala (penurun panas, pereda nyeri, atau obat batuk-pilek) agar penderita lebih nyaman selama masa penyembuhan. Obat ini tidak membunuh virus. Untuk anak-anak, pastikan pemilihan obat mengikuti anjuran dokter.

13. Apakah semua penderita perlu minum antivirus seperti oseltamivir?

Tidak. Oseltamivir bukan obat flu biasa atau obat untuk berjaga-jaga. Penggunaannya dikhususkan bagi pasien bergejala berat atau kelompok berisiko tinggi berdasarkan penilaian dokter. Konsumsi sembarangan berisiko memicu resistensi obat.

14. Kapan obat antivirus seperti oseltamivir paling bermanfaat?

Paling efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul. Namun, bagi pasien rawat inap atau berisiko komplikasi berat, antivirus tetap bermanfaat meski diberikan setelah 48 jam.

15. Apakah antibiotik dapat mengobati influenza?

Tidak. Influenza disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik hanya untuk membunuh bakteri. Antibiotik baru diberikan jika dokter mendiagnosis adanya infeksi bakteri tambahan.

16. Kapan penderita influenza perlu menjalani tes laboratorium?

Tidak semua batuk-pilek wajib dites. Tes utama menggunakan RT-PCR (atau Antigen jika PCR tidak tersedia) dilakukan atas pertimbangan dokter, terutama untuk:

  • Pasien berisiko tinggi atau sakit berat.
  • Pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan.
  • Kepentingan surveilans dan penanganan medis lebih lanjut.

17. Apa tanda bahaya yang mengharuskan penderita segera ke dokter?

Jangan menunggu! Segera ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika muncul tanda berikut:

  • Demam tinggi tidak turun lebih dari 3 hari.
  • Sesak atau napas cepat (pada anak, perhatikan jika dada tertarik saat bernapas).
  • Nyeri dada.
  • Sangat lemas, kejang, atau sulit dibangunkan.
  • Tanda dehidrasi (sulit minum, bibir/wajah kebiruan).
  • Kondisi sempat membaik namun tiba-tiba kembali memburuk.

Cara Pencegahan

18. Bagaimana cara mencegah penularan virus influenza?

  • Cuci tangan rutin dengan air dan sabun.
  • Terapkan etika batuk dan bersin (tutup mulut/hidung).
  • Gunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.
  • Kurangi kontak dekat dengan orang lain saat sakit.
  • Dapatkan imunisasi influenza rutin tahunan untuk mengurangi risiko gejala berat.

19. Apakah orang yang sudah diimunisasi masih bisa terkena influenza?

Bisa. Vaksinasi tidak memberikan jaminan 100% bebas penularan, tetapi sangat krusial untuk menurunkan risiko gejala berat, komplikasi, dan rawat inap. Komposisi vaksin selalu diperbarui berkala mengikuti mutasi virus berdasarkan rekomendasi WHO.

20. Apa yang dilakukan pemerintah menghadapi peningkatan influenza?

Kementerian Kesehatan bergerak serentak melalui empat langkah utama:

  • Memperkuat surveilans dan laboratorium untuk melacak perkembangan virus.
  • Memastikan kesiapan fasilitas dan SDM kesehatan dalam merawat pasien.
  • Menerbitkan surat edaran kewaspadaan ke seluruh daerah dan fasilitas kesehatan.
  • Melakukan komunikasi risiko secara rutin untuk memberikan informasi terkini dan panduan perlindungan kepada masyarakat.

 

Sumber gambar: Diadaptasi dari Polina Tankilevitch, tersedia di [Link]

Artikel Sebelumnya
Hasil Seleksi Akhir Verifikator Administrasi Program Tuberkulosis 2026

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026