Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Genjot Penemuan Kasus dan Pengobatan Tuntas, Wamenkes Percepat Program TB Nasional

188

Jakarta, 23 April 2026 

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak dalam Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Implementasi Program Tuberkulosis Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, pada Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Wamenkes menyampaikan bahwa TB masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat, baik secara global maupun nasional. Indonesia sendiri masih termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia, sehingga diperlukan upaya luar biasa dan kerja bersama lintas sektor untuk mengatasinya.

“Penanggulangan TB harus menjadi prioritas bersama, dengan kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan kepemimpinan yang kuat di seluruh tingkatan pemerintahan,” ujar Wamenkes.

Ia juga menyoroti bahwa capaian indikator program TB pada awal tahun 2026 masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, investigasi kontak, hingga pemberian terapi pencegahan.

“Situasi ini harus kita jawab dengan langkah yang lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berdampak,” tegasnya.

Menurut Wamenkes, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta merumuskan solusi konkret yang dapat segera diimplementasikan di daerah.

Dalam arahannya, Wamenkes menekankan beberapa langkah kunci, di antaranya penguatan penemuan kasus secara aktif, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, percepatan terapi pencegahan, serta optimalisasi peran pemerintah daerah dan pemanfaatan data.

“Jangan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus aktif menemukan kasus melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada pasien yang putus obat serta memperkuat dukungan komunitas dalam pendampingan pasien. “Pencegahan sama pentingnya dengan pengobatan. Terapi pencegahan harus dipercepat, terutama bagi kontak serumah, anak-anak, dan kelompok rentan,” tambahnya.

Wamenkes juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan data yang akurat dan real time sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Eliminasi TB tidak bisa dikerjakan oleh sektor kesehatan saja. Kita membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan mitra pembangunan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wamenkes menyampaikan optimisme bahwa target eliminasi TB tahun 2030 dapat dicapai dengan komitmen dan kerja bersama yang konsisten.

“Target eliminasi TB 2030 bukan hal yang mudah, namun sangat mungkin dicapai jika kita bekerja bersama secara konsisten. Pertemuan ini harus menghasilkan langkah nyata untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia dari TB,” pungkasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Kemenkes Perkuat Sinergi Bakohumas Tangkal Disinformasi Imunisasi

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026