Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Investasi Produksi Farmasi Dalam Negeri Krusial Hadapi Ancaman Pandemi

203

Depok, 14 Januari 2026

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan kapasitas produksi kesehatan nasional merupakan faktor strategis untuk melindungi Indonesia dari risiko krisis global di masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Menkes saat peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1). Menurutnya, peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional.

Menkes Budi menyinggung pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan kerentanan negara yang tidak memiliki kemampuan produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan secara mandiri. Pembatasan mobilitas internasional saat krisis membuat negara yang bergantung pada impor berada dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan pasokan.

“Tanpa kapasitas industri di dalam negeri, populasi besar seperti Indonesia menghadapi risiko serius ketika terjadi wabah berskala global,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ketahanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga kesiapan industri penunjang yang mampu tetap beroperasi dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, investasi di sektor farmasi dan kesehatan dinilai sebagai bagian dari perlindungan nasional, setara dengan pembangunan infrastruktur strategis lainnya.

Head of Bayer Product Supply Consumer Health Asia & ANZ PT Bayer Indonesia Priscilla Silvan Prarizta menyatakan komitmen Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui investasi jangka panjang.

“Melalui inisiatif ini, Bayer menginvestasikan 99 miliar rupiah untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur, termasuk produksi MMS (Multiple Micronutrient Supplement), sekaligus memperkuat peran pabrik Cimanggis sebagai bagian dari pusat R&D global Bayer,” ujar Priscilla.

Ia menjelaskan investasi tersebut memungkinkan pabrik Cimanggis memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun serta memasok produk ke pasar domestik dan 42 negara lainnya.

“Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia, sementara fasilitas R&D kami berfokus pada peningkatan kualitas dan optimisasi formulasi agar produk tetap aman dan efektif di berbagai kondisi iklim,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Ralf Beste menilai investasi Bayer mencerminkan kekuatan basis industri Jerman yang berorientasi jangka panjang. Produksi lokal dan transfer teknologi, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan.

“Kami sangat senang melihat keputusan untuk memproduksi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai hub. Hal ini membawa manfaat berupa produksi lokal, transfer pengetahuan, serta penguatan kemitraan Jerman–Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan sektor kesehatan dan farmasi akan menjadi salah satu pilar utama peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara ke depan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]. (D2/SK)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Relawan TCK Kemenkes dan IDAI Banda Aceh Layani Kesehatan Anak Pascabencana di Desa Sukajadi
Artikel Selanjutnya
Trauma Healing Relawan TCK Kemenkes Bantu Pulihkan Psikososial Anak Korban Bencana di Aceh Tamiang

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026