Jakarta, 27 Juli 2026
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan primer di seluruh Indonesia melalui penyediaan alat kesehatan, pemerataan tenaga medis, serta penanganan stunting dan penyakit tidak menular.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, dalam jumpa pers rangkaian Leimena Conference 2026 di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (27/7).
dr. Endang menjelaskan, penguatan teknologi di tingkat dasar menjadi salah satu prioritas agar masyarakat bisa mendapatkan akses pemeriksaan medis tanpa harus selalu merujuk ke rumah sakit.
"Kami ingin teknologi itu turun dan bisa ditemui masyarakat. Puskesmas kini dilengkapi elektrokardiografi (EKG), ultrasonografi (USG), pemeriksaan laboratorium yang lebih lengkap, serta dilanjutkan dengan pengadaan alat X-ray," ujar dr. Endang.
Pemerataan Dokter dan Intervensi Stunting
Selain fasilitas medis, Kemenkes berfokus pada pemerataan sumber daya manusia. Saat ini, rasio dokter umum Indonesia tercatat 0,6 per 1.000 penduduk. Meski membaik dibanding dua tahun lalu, angka tersebut belum memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 1 per 1.000 penduduk.
"Dari 10.300 puskesmas di Indonesia, saat ini masih ada sekitar 400 puskesmas yang belum memiliki dokter. Pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di puskesmas tersebut dibuka pada tahun ini," kata dr. Endang.
Pada isu gizi, Kemenkes terus mendorong penurunan angka stunting nasional yang berada di level 19,8 persen (data 2024). Langkah pencegahan difokuskan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin, pemberian makanan tambahan, hingga penimbangan bulanan balita di posyandu.
Di sisi lain, untuk mengendalikan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal, Kemenkes mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas untuk deteksi dini hipertensi dan gula darah.
Upaya penguatan layanan primer ini turut didukung oleh kolaborasi riset berbasis bukti. Deputi BRIN, Indi Dharmayanti, menyatakan pihak riset telah menyelaraskan peta jalan (roadmap) penelitian dengan program transformasi kesehatan Kemenkes.
Dukungan juga datang dari Director Division of Health Systems and Services WHO WPRO, Lluis Vinyals Torres, yang mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menempatkan layanan primer sebagai prioritas utama reformasi kesehatan.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (FP/UW/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM