Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Pemerintah Percepat Bantuan bagi 3.000 Tenaga Kesehatan Terdampak Bencana di Sumatra

146

Jakarta, 12 Maret 2026

Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri memprioritaskan pemberian bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hingga saat ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai penyerahan donasi ambulans dan alat kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pemulihan fasilitas fisik, tetapi juga pada kesejahteraan para nakes.

"Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak," ujar Budi.

Budi berharap bantuan ini dapat tersalurkan secepat mungkin, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah tengah mengupayakan agar para nakes dapat merayakan Lebaran di kediaman masing-masing yang sudah diperbaiki. Menkes juga mengapresiasi dukungan Menteri Dalam Negeri yang aktif mengoordinasikan kebutuhan ini di berbagai forum, termasuk di DPR dan Kementerian Keuangan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku pimpinan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra, menegaskan bahwa tenaga kesehatan harus mendapat prioritas utama agar mereka bisa kembali fokus melayani masyarakat tanpa beban pribadi.

Sesuai skema Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bantuan perbaikan rumah meliputi: Rusak Ringan (Rp15 juta),  Rusak Sedang (Rp30 juta), Rusak Berat/Hilang (Rp60 juta atau pembangunan kembali melalui Kementerian Perumahan).

Selain bantuan fisik rumah, nakes terdampak juga berhak mendapatkan bantuan perorangan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabotan Rp3 juta, dan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

"Data nakes terdampak harus segera diserahkan secara rinci per kabupaten kepada BNPB dan Kementerian Sosial agar eksekusi di lapangan dapat diprioritaskan," tegas Tito. Saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan hampir Rp900 miliar pada gelombang pertama dan akan segera melanjutkan ke tahap berikutnya.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kemenkes menerima donasi 31 unit ambulans dan alat kesehatan dari PT Astra International Tbk, PT Indomobil, dan Yayasan Melco Bhakti Nusa. Ambulans tersebut akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota terdampak di wilayah Sumatra.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan kolaborasi ini adalah wujud nyata kemitraan pemerintah dan swasta dalam penanggulangan krisis kesehatan. Selain itu, Kemenkes telah mengantongi persetujuan tambahan anggaran Rp 529 miliar untuk melengkapi kebutuhan alat kesehatan. 

Melalui berbagai dukungan ini, diharapkan para tenaga kesehatan di wilayah terdampak dapat segera pulih secara personal sehingga mampu kembali memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat. (UW/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Kemenkes Salurkan Bantuan Ambulans dan Alkes dari Swasta untuk Sumatra

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026