Peringati Dies Natalis ke-73 UKI, Kemenkes Komit Perkuat SDM dan Akselerasi PPDS
Jakarta, 15 Oktober 2026
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong perguruan tinggi swasta untuk berperan aktif dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan. Sebagai langkah nyata, Kemenkes berkomitmen mendukung penguatan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI), salah satunya melalui rencana pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) guna sebagai upaya pemenuhan dokter spesialis di Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri perayaan Dies Natalis ke-73 UKI di Auditorium FK UKI, Jakarta, Kamis (15/10).
Dalam sambutannya, Wamenkes Benny mengimbau civitas academica UKI untuk mengingat kembali jejak sejarah panjang kampus. UKI merupakan universitas ketujuh yang berdiri di Indonesia—lahir pada 15 Oktober 1953—mendahului sejumlah perguruan tinggi negeri besar seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Hasanuddin (UNHAS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
"Hari ini ada ratusan, bahkan ribuan universitas di Indonesia. Namun, UKI adalah universitas ketujuh yang lahir di republik ini. Jika kita tidak bangga dengan sejarah ini, kita salah," ujar Wamenkes yang juga merupakan alumnus FK UKI tersebut.
Di luar faktor historis, Wamenkes Benny menyoroti tantangan fenomena Bonus Demografi pada 2030, ketika diproyeksikan 68 persen penduduk Indonesia berada dalam kelompok usia produktif.
Menurutnya, jika momentum yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa ini tidak diimbangi dengan kualitas SDM dan lapangan kerja yang mumpuni, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban sosial berupa pengangguran massal.
Tantangan demografi ini berkelindan dengan belum meratanya distribusi tenaga kesehatan. Saat ini, dokter spesialis masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah terpencil di Indonesia Timur masih mengalami kekurangan tenaga ahli.
Guna menjawab kesenjangan ini, Kemenkes menyelenggarakan program Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis Gratis. Hingga angkatan (batch) ke-4, hampir 90 persen penerima manfaat berasal dari wilayah Indonesia Timur.
"Saya berharap alumni UKI juga mengambil program ini. Kami sekolahkan gratis dan kalian akan ditempatkan di rumah sakit daerah yang membutuhkan," kata Wamenkes Benny di hadapan para mahasiswa.
Untuk itu, Kemenkes tengah menjajaki kerja sama intensif dengan Yayasan dan Rektorat UKI untuk mempercepat pembukaan PPDS di FK UKI.
"Kehadiran saya di UKI bukan sekadar seremoni, melainkan untuk membangun perubahan bersama. Kami berkomitmen bersama Ketua Yayasan dan Rektor untuk segera mewujudkan program pendidikan dokter spesialis agar FK UKI bisa lebih maju," tegasnya.
Di penghujung sambutannya, Wamenkes Benny mengingatkan bahwa usia 73 tahun bukan sekadar angka, melainkan representasi dari warisan intelektual, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab moral yang harus terus dijaga oleh seluruh civitas academica UKI. Ia berpesan agar kampus yang berdiri sejak era Dewan Gereja-gereja Indonesia ini tetap mempertahankan marwahnya sebagai institusi yang mencetak lulusan unggul sekaligus berintegritas.
"Mari kita buktikan bahwa UKI bisa melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan beriman," pungkasnya.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM
Kemenkes dan Inggris Luncurkan Tangguh+, Perkuat Kemitraan Transformasi Kesehatan