Program Supporting Essential Health Actions and Transformation (SEHAT) merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Asian Development Bank (ADB) dalam bentuk pendanaan berbasis hasil (results-based lending/RBL) untuk mendukung implementasi Agenda Transformasi Sistem Kesehatan. Program ini dikelola oleh Kementerian Kesehatan sebagai executing agency dan menjadi salah satu instrumen strategis dalam mempercepat penguatan layanan primer di Indonesia.
Fokus dan Tujuan Program
Program SEHAT bertujuan mewujudkan transformasi layanan primer secara nasional guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, responsif terhadap gender, serta adaptif terhadap perubahan iklim. Melalui dukungan pendanaan senilai US$350 juta, program ini memperkuat implementasi:
Program SEHAT dilaksanakan sejak November 2023 hingga Juni 2026 dan telah diperpanjang sampai dengan Desember 2027.
Komponen Strategis Program
Dalam implementasinya, Program SEHAT berfokus pada beberapa penguatan utama:
1. Integrasi Layanan Primer (ILP) Berbasis Siklus Hidup
Standarisasi dan penguatan ILP dilakukan pada seluruh fasilitas layanan primer, meliputi Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Penguatan mencakup pemenuhan alat kesehatan sesuai standar (seperti USG di Puskesmas dan alat antropometri di Posyandu), penyusunan SOP, serta akreditasi fasilitas sesuai standar terkini .
2. Penguatan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
Penguatan Labkesmas tingkat 1 di Puskesmas untuk mendukung deteksi dini dan pemantauan penyakit menular maupun tidak menular, termasuk penyakit yang dipengaruhi perubahan iklim .
3. Peningkatan Kapabilitas Tenaga Kesehatan
Pengembangan kompetensi klinis tenaga layanan primer dan laboratorium, termasuk peningkatan kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan responsivitas gender melalui modul pelatihan komprehensif .
4. Integrasi dan Interoperabilitas Digital
Perluasan integrasi fasilitas layanan primer dengan platform data kesehatan nasional SatuSehat guna meningkatkan efektivitas pelaporan, analisis data, dan koordinasi layanan .
Mekanisme Pendanaan Berbasis Kinerja
Program SEHAT menggunakan indikator capaian berbasis kinerja yang disebut Disbursement-Linked Indicators (DLIs), yang telah disepakati antara ADB dan Pemerintah Indonesia. Verifikasi pencapaian indikator dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai Independent Verification Agency (IVA).
Indikator DLIs meliputi:
Monitoring dan Evaluasi
Program SEHAT telah melalui Review Mission pertama pada tahun 2024, Review Mission kedua pada April 2025, serta Mid-Term Review (MTR) pada November 2025. Kegiatan tersebut mencakup kunjungan lapangan ke Provinsi Aceh, termasuk ke Puskesmas dan masyarakat adat di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Jaya.
Melalui Program SEHAT, Pemerintah Indonesia bersama ADB memperkuat fondasi layanan kesehatan primer yang terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai langkah nyata menuju sistem kesehatan yang tangguh dan responsif terhadap tantangan masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: