Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Wamenkes Dante: AI Bukan Ancaman, Laboratorium Kesehatan Harus Jadi Garda Prediktif dan Preventif

138

Jakarta, 16 April 2026 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, secara resmi membuka Seminar Nasional Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) 2026 pada Kamis, (16/4). Dalam sambutannya, Wamenkes menegaskan bahwa peran laboratorium kesehatan menjadi kunci dalam penegakan diagnosis yang akurat, sekaligus fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

Sebagai seorang klinisi, Prof. Dante menyoroti bahwa hasil pemeriksaan laboratorium selalu menjadi hal yang paling ditunggu oleh pasien.

“Sebagai klinisi, ada satu pertanyaan yang selalu disampaikan kepada saya setiap kali selesai memeriksa pasien, yaitu ‘hasil labnya seperti apa, Prof?’. Di situlah kepastian berada, di situlah diagnosis ditegakkan dan keputusan dapat diambil,” ujar Prof. Dante.

Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), membawa perubahan besar dalam dunia laboratorium kesehatan.

“AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator. AI menggeser paradigma layanan dari kuratif menjadi prediktif dan preventif. Namun, nurani dan tanggung jawab profesional tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun,” tegasnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Wamenkes juga mengingatkan adanya tantangan nyata, seperti kenaikan biaya reagen dan ketergantungan pada alat impor. Oleh karena itu, kepemimpinan di sektor laboratorium dituntut untuk adaptif dan visioner.

“Pemimpin laboratorium masa kini harus AI-aware dan mampu menyusun peta jalan digitalisasi, tanpa mengorbankan mutu, serta tetap berlandaskan akreditasi dan standarisasi,” tambahnya.

Pada tingkat nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi digital melalui integrasi platform SATUSEHAT dan Electronic Health Record (EHR), sehingga hasil laboratorium dapat diakses secara real-time dan memperkuat sistem surveilans kesehatan.

“Kita ingin hasil lab tidak lagi tercecer, melainkan menjadi data real-time yang dapat diakses di mana saja dan memperkuat surveilans nasional,” jelas Wamenkes.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dari Tier 1 hingga Tier 5 melalui program InPULS, guna memastikan pemerataan kualitas layanan hingga ke pelosok daerah.

Menutup sambutannya, Wamenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Pusat ILKI, Dr. Purwanto, menjelaskan bahwa ILKI merupakan organisasi yang mewadahi fasilitas laboratorium kesehatan, baik laboratorium klinik mandiri maupun laboratorium kesehatan masyarakat, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan bahwa ILKI juga aktif mendukung pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk keterlibatan dalam perumusan Peraturan Menteri Kesehatan terkait laboratorium kesehatan masyarakat.

“Kami turut membantu pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk saat diminta berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan terkait Labkesmas,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ILKI 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi, akademisi, dan industri untuk mendorong kemajuan laboratorium kesehatan di Indonesia.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Perkuat Layanan Jantung Berkelas Dunia di Indonesia, Gedung Baru RS Harkit Resmi Topping Off

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026