Surakarta, 29 Januari 2026
RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang berlokasi di Solo Technopark mencatat telah melayani 582 pasien sejak resmi beroperasi. Saat ini, rumah sakit hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut tengah memprioritaskan integrasi layanan agar dapat segera melayani pasien BPJS Kesehatan, guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang menegaskan bahwa fasilitas medis ini merupakan aset publik yang harus dapat diakses secara luas.
“Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia,” ujar Menkes Budi.
Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto, menyampaikan bahwa proses administrasi agar rumah sakit ini dapat menerima pasien melalui asuransi kesehatan negara tersebut saat ini tengah dipercepat.
“Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan,” jelas Respati.
Pihak manajemen melalui Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menambahkan bahwa keterjangkauan biaya menjadi misi utama dalam operasional rumah sakit ini.
“Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Eniarti.
Ke depan, layanan BPJS Kesehatan akan didukung oleh teknologi medis mutakhir yang telah tersedia, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI. Integrasi layanan asuransi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus jantung kompleks bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya, mengingat serangan jantung membutuhkan penanganan cepat dalam periode emas (golden period).
Selama masa transisi, operasional rumah sakit akan tetap berada di bawah pengawasan RSUP Dr. Sardjito guna menjamin mutu pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap terjaga.
Sinergi ini ditargetkan mampu menjadikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia sebagai rumah sakit rujukan jantung utama di Jawa Tengah yang inklusif bagi seluruh kelompok ekonomi.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau surel [email protected]. (PCK/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, S.T., M.K.M.