Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Kolaborasi RI-Arab Saudi Tangani Operasi Jantung di RSJPD Harapan Kita

87

Jakarta, 6 Ferbruari 2026 

Beban biaya pengobatan penyakit jantung di Indonesia masih jadi persoalan serius. Di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, rata-rata biaya satu kali operasi jantung anak saja bisa mencapai Rp100 juta, sementara BPJS Kesehatan hanya menanggung hanya bisa sekitar 30% dari total pembiayaan, atau 30 juta.  Selisihnya harus ditanggung rumah sakit. 

Demikian penjelasan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono pada saat Jumpa Pers Bakti Sosial oleh King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) di RSJP Harapan Kita Jakarta, Kamis (6/2). 

Dante melanjutkan, masalah tersebut makin berat karena dari sekitar 50.000 kasus baru penyakit jantung bawaan tiap tahun, baru sekitar 5.000 anak yang bisa mendapat penanganan.  

“Sisanya masih harus mengantre karena keterbatasan tenaga medis dan mahalnya alat kesehatan berteknologi tinggi seperti Contegra maupun Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)” tandasnya. 

Di tengah tantangan itu, Kementerian Kesehatan RI mengapresiasi dukungan KSR yang sudah berjalan sejak September 2023. Pada bakti sosial tahun  ini, 2–6 Februari 2026, KSR bersama RSJPD Harapan Kita menangani 4 pasien dewasa untuk prosedur TAVI dan 31 pasien anak untuk bedah kardiovaskular pediatrik serta penyakit jantung bawaan. Kegiatan ini juga diisi dengan transfer pengetahuan lewat kuliah tamu dari pakar jantung Arab Saudi.

Wamenkes Dante, mengakui bahwa soal biaya jadi kendala utama. "Angkanya sekitar 8 dari 1.000 kelahiran. Dari sekitar 50 ribu kasus per tahun, yang bisa tertangani baru sekitar 5 ribu. Sisanya harus menunggu karena keterbatasan tenaga medis dan pembiayaan," ujarnya. 

Dante menyebut dukungan KSR sangat berarti karena total sudah sekitar 260 kasus yang ditangani dengan nilai bantuan Rp62 miliar. Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mendorong agar BPJS bisa memberi porsi pembiayaan lebih besar untuk tindakan katastropik seperti operasi jantung.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa rumah sakit tidak bisa menanggung seluruh beban sendirian, apalagi sekitar 90 persen pasien menggunakan JKN. 

"Layanan jantung untuk kasus kompleks butuh teknologi dan alat medis berbiaya tinggi. Dukungan dari KSR sangat membantu agar kami tetap bisa memberikan pelayanan terbaik sesuai standar global,"  katanya.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Amodi, menyampaikan bahwa program ini merupakan arahan langsung Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. "Program ini mencerminkan eratnya hubungan Saudi Arabia dan Indonesia, serta kepedulian terhadap kesehatan anak-anak,"  ungkapnya. 

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tindakan operasi saja, tapi juga mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pengembangan layanan jantung anak di berbagai daerah agar beban biaya bisa ditekan dan akses masyarakat terhadap pengobatan jantung makin terbuka luas.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW/HY)


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
RSJPD Harapan Kita Perkuat Peran sebagai Pusat Rujukan Jantung Nasional lewat Dukungan KSR

RILIS KEMENTERIAN KESEHATAN


KALENDER KEGIATAN

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9
Jakarta Selatan 12950
Indonesia

IKUTI KAMI:

© 2026