Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK: Jamin Awal Kehidupan Terbaik bagi 84 Juta Anak Indonesia

106

Jakarta, 28 April 2026 

Sebanyak 84 juta anak Indonesia saat ini diprediksi akan menjadi tumpuan bangsa saat Indonesia mencapai usia satu abad pada 2045 mendatang. Mengingat krusialnya masa depan mereka, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk memastikan setiap anak mendapatkan awal kehidupan terbaik sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan target besar untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi melalui konsorsium ini. Menkes Budi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi dengan angka kematian ibu dan bayi, dengan target penurunan kasus hingga sepuluh kali lipat dari kondisi saat ini.

"Target saya, dari 4.000 kematian ibu per tahun harus turun di bawah 400. Dari 30.000 kematian bayi per tahun, harus turun di bawah 3.000. Begitu pula angka stunting, harus turun di bawah 7 persen. Kita tidak bisa kerja biasa-biasa saja sementara ini berkaitan dengan nyawa dan masa depan anak-anak kita," tegas Menkes Budi saat peluncuran Konsorsium 1.000 HPK di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta  (28/4). 

Untuk mencapai target tersebut, Menkes Budi meminta agar seluruh intervensi dilakukan secara spesifik dan berbasis data. Fokus utama pemerintah diarahkan pada pencegahan gangguan kehamilan dan persalinan, seperti penanganan tekanan darah tinggi pada ibu hamil (pre eklampsia) serta masalah pernapasan dan infeksi pada bayi baru lahir (sepsis).

Langkah konkret yang dilakukan mulai dari mewajibkan pemeriksaan kehamilan minimal 8 kali dan mendistribusikan 10.000 alat USG ke seluruh Puskesmas untuk deteksi dini. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk memproduksi suplemen multivitamin dan mineral (MMS) di dalam negeri guna mencukupi gizi ibu hamil. Upaya penguatan layanan ini telah mulai diuji coba di 9 rumah sakit daerah serta 36 Puskesmas di wilayah Bogor, Bandung, dan Garut.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting dengan meningkatnya jumlah indikator kesehatan yang berhasil dicapai dari 3 poin pada 2024 menjadi 8 poin pada 2025. Fokus pemerintah adalah memastikan bayi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dengan gemilang melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat.

Konsorsium 1.000 HPK hadir untuk menyatukan langkah antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama ini diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih program melalui empat kelompok kerja yang memantau fase sebelum hamil hingga anak berusia dua tahun.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat konsorsium.  Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan koordinasi lintas sektor agar setiap inisiatif mitra dapat terukur manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.

Keberhasilan program besar ini nantinya akan diukur dari satu hal mendasar, yakni apakah bayi yang lahir esok hari bahkan di pelosok desa sekalipun benar-benar mendapatkan layanan kesehatan dan asupan gizi terbaik di 1.000 hari pertamanya. 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, M

Previous Article
Penanganan TB di Papua Dipercepat, Tracing dan Skrining Jadi Fokus Utama

MINISTRY OF HEALTH RELEASE


KALENDER KEGIATAN

Ministry of Health Republic of Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 4–9
South Jakarta 12950
Indonesia

FOLLOW US:

© 2026