Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Bukan Soal Penampilan, Obesitas Berkaitan dengan Kualitas Hidup

95

Jakarta, 7 Mei 2026

 

Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi merupakan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan obesitas sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, Kementerian Kesehatan RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026). 

 

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 orang dewasa (23,4%) hidup dengan obesitas. Hal ini menunjukkan bahwa obesitas mengalami peningkatan prevalensi dari tahun 2018 yang hanya sebesar 21,3%. Kejadian obesitas dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu biologis, lingkungan, dan genetik yang membutuhkan solusi komprehensif. 

 

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Guanadi Sadikin menekankan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan berkaitan erat dengan risiko berbagai penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

 

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” ujar Menkes Budi.

 

Ia menambahkan, pendekatan pemerintah dalam penanganan obesitas difokuskan pada edukasi dan perubahan perilaku masyarakat melalui penyediaan informasi yang lebih mudah dipahami. Salah satunya melalui implementasi pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih sehat.

 

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” lanjutnya.

 

Selain pola makan sehat, Menkes juga menyoroti pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Menurutnya, olahraga perlu didorong menjadi budaya dan tren positif di masyarakat.

 

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” kata Menkes.

 

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan bahwa obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang inklusif dan tanpa stigma.

 

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” ujar Duta Besar Denmark Sten Frimodt.

 

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan dan langkah sederhana sehari-hari untuk menciptakan dampak kesehatan jangka panjang.

 

“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.

 

Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan juga terus diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk sebagai bagian dari kemitraan bilateral kedua negara. Kehadiran Duta Besar Denmark dalam kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya obesitas dan diabetes, melalui edukasi, inovasi, serta sinergi lintas sektor untuk mendorong gaya hidup sehat di masyarakat. 

 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat serta mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan, konsultasi, serta pemeriksaan kesehatan bagi peserta.

 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

 

Aji Muhawarman, ST, MKM

Previous Article
Menkes Instruksikan Revisi Regulasi Internship Kedokteran, Berlaku Segera

MINISTRY OF HEALTH RELEASE


KALENDER KEGIATAN

Ministry of Health Republic of Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 4–9
South Jakarta 12950
Indonesia

FOLLOW US:

© 2026