Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Layanan Jantung Internasional RS KEI Solo Kini Bisa Diakses Peserta BPJS

134

Surakarta, 13 Mei 2026

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono resmi meluncurkan integrasi layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu (13/5). Melalui integrasi ini, layanan jantung berstandar internasional di RS KEI kini dapat diakses seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Wamenkes Dante menyebut langkah tersebut sebagai tonggak penting dalam penguatan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik. Ia mengibaratkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan merupakan aliran darah yang menopang keberlangsungan layanan kesehatan.

“Tanpa skema pembiayaan yang kuat, teknologi medis secanggih apa pun hanya akan menjadi statis,” tegas Wamenkes Dante.

Penguatan layanan jantung dinilai mendesak berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang mencatat lebih dari 600 ribu kematian di Indonesia setiap tahun disebabkan penyakit kardiovaskular. Artinya, satu dari tiga kematian di Tanah Air berasal dari penyakit tersebut.

Sejak diresmikan pada November 2025, rumah sakit khusus jantung kelas A ini telah melayani 1.053 pasien dan meraih Akreditasi Paripurna. RS KEI juga didukung berbagai teknologi mutakhir, seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI yang mampu menangani prosedur kompleks, termasuk penggantian katup mitral jantung.

“Hari ini, fasilitas berstandar tinggi ini bukan lagi kemewahan yang sulit dijangkau, melainkan hak yang bisa diakses seluruh masyarakat,” tambahnya.

Senada, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan, menilai kehadiran RS KEI sangat strategis dalam memutus hambatan geografis dan mempercepat penanganan pasien jantung.

“Dalam penanganan jantung, setiap detik sangat berharga. Konsep golden period tidak boleh hanya menjadi teori medis, tetapi harus menjadi standar operasional,” ujar Abdi.

Ia juga menyampaikan empat pesan strategis kepada manajemen RS KEI, yakni transformasi mutu layanan (quality over volume), digitalisasi pelayanan yang seamless, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang humanis. Menurutnya, pembiayaan penyakit jantung tidak semata dilihat sebagai pengeluaran, melainkan investasi untuk menjaga produktivitas bangsa.

RS KEI merupakan rumah sakit yang dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) lewat Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Rumah sakit berkapasitas 100 tempat tidur itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 19 November 2025.

Saat ini, Kementerian Kesehatan menugaskan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk mendampingi operasional rumah sakit guna menjaga mutu pelayanan. RS KEI juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung bagi wilayah Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.

Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI mampu memperluas pemerataan akses kesehatan berkualitas tinggi sekaligus menekan angka fatalitas penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (UW/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Previous Article
Menkes: Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

MINISTRY OF HEALTH RELEASE


KALENDER KEGIATAN

Ministry of Health Republic of Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 4–9
South Jakarta 12950
Indonesia

FOLLOW US:

© 2026