Jayapura, 28 April 2026
Pemerintah menghadirkan berbagai intervensi nyata yang langsung menyentuh masyarakat dalam penanganan penyakit menular di Tanah Papua.
Dalam kunjungan kerja ke Jayapura, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menjelaskan tentang pentingnya gerakan penemuan kasus TB melalui skrining TB dengan menggunakan X-ray yang diawali dengan tracing kontak serumah dari pasien TB, serta program renovasi rumah bagi pasien TB.
“Penanganan TB tidak cukup hanya dengan obat. Lingkungan tempat tinggal juga harus sehat agar pasien bisa sembuh optimal dan tidak menularkan ke orang lain,” ujar Wamenkes.
Penggunaan X-ray portable untuk skrining menjadi solusi percepatan deteksi dini TB, khususnya di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Sementara itu, renovasi rumah pasien dilakukan untuk memperbaiki ventilasi dan kondisi hunian yang berisiko terhadap penularan penyakit.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, menambahkan bahwa intervensi berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Pendekatan berbasis komunitas, seperti Desa dan Kelurahan Siaga TBC, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat keterlibatan masyarakat melalui pendampingan pasien oleh kader dan keluarga.
“Pendekatan berbasis komunitas sangat penting. Pasien tidak boleh merasa sendiri. Harus ada dukungan dari keluarga, kader, dan lingkungan sekitar,” tutup Wamenkes.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Aji Muhawarman, ST, MKM